Tampilkan postingan dengan label IP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IP. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Februari 2009

Laporan Pendahuluan Hygiene

LAPORAN PENDAHULUAN

PASIEN DENGAN GANGGUAN HYGEINE

I. Basic promoting physiology of health

A. Review anatomi Fisiologi

1. Kulit

Kulit adalah organ aktif yang berfungsi sebagai pelindung, ekskresi, regulasi temperature, dan sensasi. Kulit mempunyai tiga lapisan, yaitu epidermis, dermis, dan hypodermis.

a. Epidermis

Adalah lapisan terluar terdiri dari berbagai sel lapis yang tipis dimana ada perbedaan dalam berbagai tingkat kematangan. Lapisan paling dalam dari sel ini berfungsi untuk mengganti sel yang mati.

b. Dermis

Adalah lapisan yang lebih tebal yang terdiri dari sekelompok kolagen dan fiber – fiber yang elastis untuk mendukung epidermis. Fiber syaraf, pembuluh darah, kelenjar keringat, kelenjar sebasea, dan folikel rambut melewati lapisan dermal. Kelenjar sebasea mensekresi sebum, minyak, cairan odorous, hingga folikel rambut.

c. Hypodermis atau subkutan

Lapisan subkutan terdiri dari pembuluh darah, syaraf, limpa, dan jaringan pengikatyang berisi sel lemak. Jaringan lemak adalah insulator panas bagi tubuh. Subkutan juga menjadi pendukung lapisan kulit atas yang menahan stressor dan tekanantanpa injury.

2. Kaki, Tangan, dan Kuku

Kaki, tangan, dan kuku selalu diperuntukkan untuk memberi perhatian yang khusus untuk mencegah infeksi. Apakah ada luka pada kaki termasuk adakah pertumbuhan atau luka pada kulit bagian atas, bisa nyeri dan pada pasien normal kemampuan berjalan. Kuku adalah jaringan epitel yang tumbuh dari akar nail bed, yang terletak di kulit pada nail groove, yang disembunyikan oleh fold kulit, disebut cuticle, kuku juga memilki body nail, itu berbentuk area putih, disebut lunula. Dibawah kuku terdapat lapisan epiteldisebut nail bed. Kuku yang normal dan sehat transparan, lembut, dan konveks, dengan warna nail bed merah jambu. Penyakit dapat memengaruhi bentuk, ketebalan, dan curvature dari kulit.

3. Rongga Mulut

Rongga mulut dibatasi oleh membrane mukosa yang berhubungan dengan kulit. Rongga mulut terdiri dari bibir yang disekitarnya mulut yang terbuka, pipi berada disepanjang rongga, lidah dan ototnya, hard dan soft palate. Mukosa mulut normalnya berwarna merah jambu terang (light pink) dan lembab. Pada dasar mulut dan area bawah lidah kaya akan pembuluh darah.tipe dari ulcer atau trauma dapat mengakibatkan perdarahan. Ada 3 kelenjar saliva yang mensekresikan 1 liter saliva per hari. Kelenjar buccal ditemukan pada mukosa yang membatasi pipi dan mulut yang mencegah hygiene dan kenyamanan pada jaringan oral. Gigi adalah organ mengunyah, atau mastication. Mereka didesain untuk memotong, menyobek, dan mematahkan makanan sehingga dapat dicampur dengan saliva dan ditelan. Gigi yang normal terdiri dari kepala, leher, dan akar. Gigi yang sehat terlihat putih, bersinar, dan berdiri sendiri. Kesulitan mengunyah dapat berkembang sewaktu sekeliling gusi menjadi inflamasi atau infeksi atau ketika gigi tanggal. Oral hygiene yang teratur dibutuhkan untuk menjaga integritas area gigi dan untuk mencegah gingivitis, atau inflamasi gusi.

4. Rambut

Pertumbuhan rambut, distribusi, dan pola dapat mengindikasikan status kesehatan orang secara umum. Perubahan hormone, emosional, dan stress fisik, umur, infeksi, dan penyakit tertentu dapat memengaruhi karakteristik rambut.

5. Mata, Telinga, dan Hidung

B. Konsep Dasar

Dalam kehidupan sehari – hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan karena kebersihan akan memengaruhi kesehatan dan psikis seseorang. Kebersihan sangat dipengaruhi oleh individu dan kebiasaan, yang sangat berpengaruh adalah kebudayaan, social, keluarga, pendidikan, persepsi orang terhadap kesehatan, serta tingkat perkembangan.

Personal hygiene dari bahasa Yunani yaitu personal yang artinya perorangan, hygiene artinya sehat. Kebersihan perorangan adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis.

C. Nilai – Nilai Normal

Karakteristik Kenormalan

Kulit

Smooth dan kering, hangat, mempunyai turgor yang bagus (apabila kulit ditekan maka akan kembali seperti semula dengan cepat), warna kulit à light pink atau warna gading sampai ruddy pink, dari coklet terang ke coklat gelap

Kaki, tangan, dan kuku

Toes à straight (lurus) dan flat.

Kulit ari à lembut, utuh, tidak ada inflamasi.

Kuku à transparan, lembut, bulat lepat, konveks, sudut nail bed 160o à kuku pada kaki dan jempol lebih keras dan tebal

Rambut

Rambut terminal à panjang, kesat, shiny, liat

Rambut vellus à kecil, lembut

Rongga mulut

Bibir à pink, lembab, simetris, dan lembut

Mukosa mulut, gigi, dan gigi à gigi normal (lembut, putih, cdan shiny), membrane mukosa (pinkish red, lembut, dan lembab), mukosa (berkilau, pink, lembut, lembab, lunak), gusi (pink, lembut, lembab)

Lidah dan mulut dasar à lidah (medium atau merah tumpul, lembab, agak kasar pada permukaan atas dan lembut sepanjang garis tepi marginal), daeral ventral (pink dan lembut)

Palate à light pink dan lembut

Mata, hidung, telinga

Mata à konjungtiva (transparan), kornea (transparan, shiny, dan lembut), alis mata (simetris)

Telinga à ear canal (berliku dan sepanjang 2.5 cm).

D. Pengkajian

1. Riwayat Keperawatan

a. Pola kebersihan tubuh

b. Perlengkapan personal hygiene

c. Faktor – factor yang memengaruhi personal hygiene

2. pemeriksaan Fisik

a. Rambut

· Keadaan kesuburan rambut

· Keadaan rambut yang mudah rontok

· Keadaan rambut yang kusam

· Keadaan tekstur

b. Kepala

· Botak atau alopesia

· Ketombe

· Berkutu

· Adakah eritema

· Kebersihan

c. Mata

· Apakah sclera ikterik

· Apakah konjungtiva pucat

· Kebersihan mata

· Apakah gatal atau mata merah

d. Hidung

· Adakah pilek

· Adakah alergi

· Adakah perdarahan

· Adakah perubahan penciuman

· Kebersihan hidung

· Keadaan membrane mukosa

· Adakah septum deviasi

e. Mulut

· Keadaan mukosa mulut

· Kelembapan

· Adanya lesi

· Kebersihan

f. Gigi

· Adakah karang gigi

· Adakah karies

· Kelengkapan gigi

· Pertumbuhan

· Kebersihan

g. Telinga

· Adakah kotoran

· Adakah lesi

· Bentuk telinga

· Adakah infeksi

h. Kulit

· Kebersihan

· Adakah lesi

· Keadaan turgor

· Warna kulit

· Suhu

· Tekstur

· Pertumbuhan bulu

i. Kuku tangan dan kaki

· Bentuk

· Warna

· Adanya lesi

· Pertumbuhan

j. Genetalia

· Kebersihan

· Pertumbuhan rambut pubis

· Keadaan kulit

· Keadaan lubang urethra

· Keadaan skrotum, testis pada pria

· Cairan yang dikelurkan

k. Tubuh secara umum

· Kebersihan

· Normal

· Keadaan postur

E. Diagnosa Keperawatan

a. Gangguan integritas kulit

Definisi : keadaan di mana kulit seseorang tidak utuh.

Kemungkinan berhubungan dengan :

a. Bagian tubuh yang lama tertekan

b. Imobilitasi

c. Terpapar zat kimia

Kemungkinan data yang ditemukan

a. Kerusakan jaringan kulit

b. Gangrene

c. Dekubitus

d. Kelemahan fisik

Kondisi klinis kemungkinan terjadi pada :

a. Stroke

b. Fraktur femur

c. Koma

d. Trauma medulla spinalis

Tujuan yang diharapkan

a. Pola kebersihan diri pasien normal

b. Keadaan kulit, rambut kepala bersih

c. Klien dapat mandiri dalam kebersihan diri sendiri

b. Gangguan membrane mukosa mulut

Definisi : kondisi dimana mukosa mulut pasien mengalami luka

Kemungkinan berhubungan dengan :

a. Trauma oral

b. Pembatasan intake cairan

c. Pemberian kemoterapi dan radiasi pada kepala dan leher

Kemungkinan data yang ditemukan

a. Iritasi atau luka pada mukosa mulut

b. Peradangan atau infeksi

c. Kesulitan dalam makan dan menelan

d. Keadaan mulut yang kotor

Kondisi klinis kemungkinan terjadi pada

a. Stroke

b. Stomatitis

c. Koma

Tujuan yang diharapkan

a. Keadaan mukosa mulut, lidah dalam keadaan utuh, warna merah muda

b. Inflamasi tidak terjadi

c. Klien mengatakan rasa nyaman

d. Keadaan mulut bersih

c. Kurangnya perawatan diri / kebersihan diri

Definisi : kondisi dimana seseorang tidak mampu melakukan perawatan kebersihan untuk dirinya.

Kemungkinan berhubungan dengan :

a. Kelelahan fisik

b. Penurunan kesadaran

Kemungkinan data yang ditemukan

a. Badan kotor dan berbau

b. Rambut kotor

c. Kuku panjang dan kotor

d. Bau mulut dan motor

Kondisi klinis kemungkinan terjadi pada

a. Stroke

b. Fraktur

c. Koma

Tujuan yang diharapkan

a. Kebersihan diri sesuai pola

b. Keadaan badan, mulut, dan kuku bersih

c. Pasien merasa nyaman

F. Intervensi Keperawatan

Personal Hygiene Pasien

1. Kaji kembali pola kebutuhan personal hygiene pasien.

2. Kaji keadaan luka pasien.

3. Jaga kulit agar tetap utuh dan kebersihan kulit pasien dengan cara membantu pasien mandi pasien.

4. Jaga kebersihan tempat tidur, selimut bersih, dan kencang.

5. Lakukan perawatan luka dngan teknik steril sesuai program.

6. Observasi tanda – tanda infeksi

7. Lakukan pijat pada kulit dan lakukan perubahan posisi setiap 2 jam.

Kebersihan Mulut

1. Kaji kembali kebersihan mulut.

2. Lakukan kebersihan mulut sesudah makan dan sebelum tidur.

3. Gunakan sikat gigi yang lembut.

4. Gunakan larutan garam atau baking soda dan kemudian bilas dengan air bersih.

5. Lakukan pendidikan kesehatan tentang kebersihan mulut.

6. Laksanakan program terapi medis.

Keseluruhan

1. Kaji kembali pola kebersihan diri.

2. Bantu klien dalam kebersihan badan, mulut, rambut, dan kuku.

3. Lakukan pendidikan kesehatan :

a. Pentingnya kebersihan diri

b. Keadaan badan, mulut, rambut, dan kuku bersih

c. Cara kebersihan

II. Daftar Pustaka

Potter and Perry. 2005. Fundamental of Nursing. USA : Mosby

Wartonah, Tarwoto. 2006. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika


ASKEP Leukemia

Asuhan Keperawatan Pasien Leukemia

I. Pengkajian

Pengkajian mencakup pengumpulan informasi tentang gejala-gejala terakhir juga manifestasi penyakit sebelumnya. Kaji hal – hal berikut ini :

a. Infeksi. Dalam hal ini kaji pasien apa yang menjadi

- Factor - faktor yang dapat meningkatkan infeksi.

- Menonitor hasil laboratorium, yang menunjukkan infeksi dini.

- Tempat terjadi infeksi.

- Tanda – tanda infeksi, mungkin tidak Nampak pada pasien imunosupresi, pantau selang kateter invasif atau selang infuse.

b. Jumlah darah putih

- Pantau perkembangan jumlah darah putih yang bersirkulasi, jika terjadi penurunan disebut leucopenia atau granulositopenia.

- Pantau jumlah neutrofil, eosinofil, dan basofil, neutropenia à jumlah absolute neutrofil yang rendah secara abnormal.

c. Perdarahan

- Factor – factor yang memperberat perdarahan.

· Supresi sum – sum tulang akibat radiasi

· Kemoterapi

· Obat – obat yang memengaruhi koagulasi dan fungsi keeping darah, contoh aspirin, dipiridamole (persantin), heparin, atau warfarin.

- Tempat perdarahan, meliputi kulit, membrane mukosa, intestine, traktus urinarius, respiratorius dan otak.

- Hemoragi feses, urin, sputum, atau vomitus, rembesan tempat suntik, memar (ekimosis), petikie

d. Masalah Kulit

- Kaji integritas dan jaringan berisiko sebagai efek dari kemoterapi, radiasi, pembedahan, dan prosedur invasive lainnya.

· Deficit nutrisi, inkontinensia usus dan kandung kemih, imobilitas, imunosupresi, dan prubahan dalam penuaan.

- Lesi atau ulserasi kulit sekunder terhadap tumor

e. Rambut Rontok

- Kaji dampak dari kerontokan rambut, khususnya dalam hal psikososial.

f. Nutrisi

Nutrisi berpengaruh pada kemajuan kondisi, inkompetensi imun, insiden infeksi yang meningkat, perlambatan perbaikan jaringan, keilangan kemampuan fungsi, dan penurunan kapasitas untuk melanjutkan pengobatan anti neoplstik.

- Pantau berat badan pasien

- Pemasukan kalori

- Riwayat diet

- Anorexia

- Perubahan nafsu makan

- Situasi dan makanan yang memperburukatau meredakan anorexia

- Riwayat medikasi

- Kemampuan pasien dalam mengunyah atau menelan

- Mual, muntah, dan diare

- Pengukuran antropometri

- Cek lab à kadar protein serum, jumlah limfosit, Hb, hematocrit, kreatinin urin, kadar Fe serum

g. Nyeri

- Sumber dan letak nyeri

- Factor – factor yang dapat meningkatkan persepsi nyeri pasien, seperti cemas, gelisah, takut, letih, marah, dan isolasi social.

- Skala nyeri

h. Keletihan

- Kaji perasaan kelemahan

- Kurang energi

- Ketidakmampuan untuk menjalankan fungsi sehari-hari

- Stressor fisiologis dan psikologis

- Nyeri, mual, dispnea, konstipasi, ketakutan, dan cemas yag berhubungan dengan keletihan

i. Status psikososial

- Kaji suasana hati dan reaksi emosional pasien terhadap hasil pemeriksaan diagnotik dan prognosis.

- Efek dari terapi

j. Citra tubuh

- Kaji emosi pasien, psikologis, isolasi social

- Depersonalisasi

- Pantau ancaman terhadap konsep diri yang dikarenakan penyakit, kecacatan, dan kematian

- Perubahan pola komunikasi

- Perubahan kulit

- Disfungsi seksual

- Bentuk tubuh, kerontokan rambut, kekaksia

II. Diagnosis

Berdasarkan pada data pengkajian diagnosa keperawatan utama pasien dapat mencakup berikut ini :

1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d mual/muntah

2. Komplikasi potensial b.d risiko terhadap masalah perdarahan

III. Intervensi

1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d mual/muntah

a. Sesuaikan diet sebelum dan setelah pemberian obat sesuai dengan kesukaan dan toleransi pasien.

b. Cegah pandangan, bau, dan bunyi-bunyi yang tidak menyenangkan di lingkungan.

c. Gunakan distraksi, teknik relaksasi, dan imajinasi sebelum, selama, dan setelah kemoterapi.

d. Berikan antiemetik, kortikosteroid, dan sedative yang diresepkan.

e. Pastikan hidrasi cairan yang adekuat sebelum, selama, dan setelah pemberian obat, kaji masukan dan pengeluaran

f. Berikan dorongan hygiene oral yang sering

g. Berikan tindakan peredam nyeri, jika diperlukan

2. Komplikasi potensial b.d risiko terhadap masalah perdarahan

a. Kaji terhadap potensial perdarahan; pantau jumlah trombosit

b. Kaji terhadap perdarahan

- Petekhie atau ekimosis

- Penurunan dalam Hbg atau Ht

- Perdarahan berkepanjangan akibat prosedur invasive, fungsi vena, luka kecil, atau goresan kecil.

- Darah samar atau darah nyata pada segala ekskresi tubuh, emesis, sputum

- Perdarahan dari orifisium tubuh.

- Perubahan status mental

c. Instruksikan pasien dan keluarga tentang cara-cara untuk meminimalkan perdarahan :

- Gunakan sikat gigi berbulu halus atau toothette untuk perawatan mulut.

- Hindari cairan pembilas mulut komersil.

- Gunakan alat cukur elektrik untuk bercukur

- Gunakan kikir kuku yang lebar untuk merawat kuku

- Hindari makanan yang sulit untuk dikunyah

d. Lakukan tindakan untuk meminimalkan perdarahan

- Ambil semua darah untuk pemeriksaan laboratorium hanya dengan satu kali fungsi vena

- Hindari mengukur suhu secara rectal, atau pemberian supositoria, atau enema.

- Hinder pemnyuntikan IM, gunakan jarum yang sekecil mungkin yang memungkinkan.

- Berikan tekanan langsung pada tempat tusukan fungsi vena tau suntikan setidaknya 5 menit.

- Lembabkan bibir dengan petrolatum

- Hindari katerisasi kandung kemih, gunakan keteter yang sekecil mungkin bila memungkinkan,

- Pertahankan pemasukan cairan setidaknya 3L/24 jam kecuali ada KI.

- Gunakan pelunak feses atau diet banyak serat.

- Hindari medikasi yang menghambat koagulasi (ex. Aspirin)

- Rekomendasikan penggunaan pelumas yang berdasar air sebelum melakukan hubungans seksual.

e. Ketika trombosit kurang dari 20.000/mm3, lakukan

- Tirah baring dengan pagar tempat tidur terpasang.

- Hindari aktivitas yang melelahkan.

- Transfuse keeping darah sesuai yang diresepkan; berikan difenhidramin hidroklorin, hidrokortison natrium suksinat, untuk mencegah reaksi terhadap transfuse keeping darah.

- Awasi aktivitas ketika turun dari tempat tidur.

- Waspada pada saat menyemburkan hidung kuat-kuat.

IV. Implementasi

1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d mual/muntah

h. Menyesuaikan diet sebelum dan setelah pemberian obat sesuai dengan kesukaan dan toleransi pasien.

i. Mencegah pandangan, bau, dan bunyi-bunyi yang tidak menyenangkan di lingkungan.

j. Menggunakan distraksi, teknik relaksasi, dan imajinasi sebelum, selama, dan setelah kemoterapi.

k. Memberikan antiemetik, kortikosteroid, dan sedative yang diresepkan.

l. Memastikan hidrasi cairan yang adekuat sebelum, selama, dan setelah pemberian obat, kaji masukan dan pengeluaran

m. Memberikan dorongan hygiene oral yang sering

n. Memberikan tindakan peredam nyeri, jika diperlukan

2. Komplikasi potensial b.d risiko terhadap masalah perdarahan

f. Mengkaji terhadap potensial perdarahan; pantau jumlah trombosit

g. Mengkaji terhadap perdarahan

- Petekhie atau ekimosis

- Penurunan dalam Hbg atau Ht

- Perdarahan berkepanjangan akibat prosedur invasive, fungsi vena, luka kecil, atau goresan kecil.

- Darah samar atau darah nyata pada segala ekskresi tubuh, emesis, sputum

- Perdarahan dari orifisium tubuh.

- Perubahan status mental

h. Menginstruksikan pasien dan keluarga tentang cara-cara untuk meminimalkan perdarahan :

- Gunakan sikat gigi berbulu halus atau toothette untuk perawatan mulut.

- Hindari cairan pembilas mulut komersil.

- Gunakan alat cukur elektrik untuk bercukur

- Gunakan kikir kuku yang lebar untuk merawat kuku

- Hindari makanan yang sulit untuk dikunyah

i. Melakukan tindakan untuk meminimalkan perdarahan

- Ambil semua darah untuk pemeriksaan laboratorium hanya dengan satu kali fungsi vena

- Hindari mengukur suhu secara rectal, atau pemberian supositoria, atau enema.

- Hinder pemnyuntikan IM, gunakan jarum yang sekecil mungkin yang memungkinkan.

- Berikan tekanan langsung pada tempat tusukan fungsi vena tau suntikan setidaknya 5 menit.

- Lembabkan bibir dengan petrolatum

- Hindari katerisasi kandung kemih, gunakan keteter yang sekecil mungkin bila memungkinkan,

- Pertahankan pemasukan cairan setidaknya 3L/24 jam kecuali ada KI.

- Gunakan pelunak feses atau diet banyak serat.

- Hindari medikasi yang menghambat koagulasi (ex. Aspirin)

- Rekomendasikan penggunaan pelumas yang berdasar air sebelum melakukan hubungans seksual.

j. Ketika trombosit kurang dari 20.000/mm3, lakukan

- Tirah baring dengan pagar tempat tidur terpasang.

- Hindari aktivitas yang melelahkan.

- Transfuse keeping darah sesuai yang diresepkan; berikan difenhidramin hidroklorin, hidrokortison natrium suksinat, untuk mencegah reaksi terhadap transfuse keeping darah.

- Mengawasi aktivitas ketika turun dari tempat tidur.

- Waspada pada saat menyemburkan hidung kuat-kuat.

V. Evaluasi

1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d mual/muntah

a. Melaporkan penurunan dalam normal.

b. Melaporkan penurunan dalam insiden muntah

c. Mengonsumsi cairan dan makanan yang adekuat.

d. Menunjukkan penggunaan distraksi, relaksasi, dan imaginary ketika diindikasikan.

e. Melaporkan tidak adanya penurunan berat badan tambahan

2. Komplikasi potensial b.d risiko terhadap masalah perdarahan

a. Tanda dan gejala perdarahan terindikasi

b. Tidak menunjukkan tidak adanya darah feses/ urin/ atau emesis

c. Tidak menunjukkan perdarahan gusi atau letak suntikan atau fungsi vena

d. Tidak menunjukkan ekimosis (memar)

e. Pasien dan keluarga mengindentifikasi cara untuk mencegah perdarahan

f. Menerapkan tindakan untuk mengurangi risiko perdarahan (menggunakan sikat gigi berbulu halus, mencukur dengan alat ukur listrik)

g. Menunjukkan tanda – tanda vital

h. Melaporkan bahwa bahaya lingkungan telah dikurangi/disingkirkan

i. Mengkonsumsi cairan yang ade kuat

j. Melaporkan tidak adanya konstipasi

k. Menghindari substansi yang mengganggu pembekuan

l. Tidak ada kerusakan jaringan

m. Menunjukkan status mental yang normal dan tidak adanya tanda – tanda perdarahan inkranial.

n. Hindari obat – obat yang mengganggu pembekuan (aspirin)

o. Tidak terdapat epistasis dan perdarahan serebral.